2026-02-02

Details

  • Start: 2026-02-02
  • Event Category Orientation

Medan, Persma Kreatif — Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi membuka fakultas baru yaitu Fakultas Kedokteran. Hal ini menjadi perbincangan hangat yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang tujuan berdirinya Fakultas Kedokteran Unimed.

Menakar Kematangan Unimed Dirikan Fakultas Kedokteran

Pada awalnya, Unimed berdalih bahwa pendirian Fakultas Kedokteran (FK) didasari oleh kebutuhan nasional akan tenaga dokter di Indonesia. Kajian pun telah dilakukan sejak tahun 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh M. Surip, S.Pd., M.Si., selaku Humas Unimed.

“Pengusulan FK tidak sama dengan prodi lainnya. Prosesnya harus melengkapi semua persyaratan yang ada, terdapat review dari Kemendiksaintek, Kementrian Kesehatan, Assosiasi Dokter Indonesia, dan Asosiasi Rumah Sakit Indonesia.” Ujarnya.

Sesuai visi dibentuknya FK Unimed adalah menjadi program studi pendidikan kedokteran dan profesi dokter yang profesional, kompeten, beretika, yang unggul di bidang promotif kesehatan dan preventif penyakit degeneratif di Indonesia. Maka dari itu, ke khasan yang dimiliki FK Unimed ada dalam bidang promatif kesehatan dan preventif penyakit dalam.

Menjawab pertanyaan banyak orang, M. Surip, S. Pd., M.Si mengatakan bahwa FK Unimed tidak berbasis keolahragaan, namun sama dengan FK di Indonesia lainnya.

Dalam mengusulkan FK pun harus terdapat 26 Dokter Spesialis dan Lab yang lengkap. Ia juga mengatakan bahwa FK Unimed menggunakan beberapa elemen keilmuan olahraga. Namun, hanya sebagai kekhasan bukan dasar kurikulum. Secara struktur akademik dan sistem pembelajaran, FK Unimed akan sama seperti Fakultas Kedokteran lainnya di Indonesia.

Dilema Rumah Sakit Pendidikan

Jika melihat dari beberapa Fakultas Kedokteran lainnya, salah satunya seperti Universitas Sumatera Utara (USU) telah memiliki Rumah Sakit pendidikan, yakni di RS Adam Malik. Begitu pun juga dengan 6 kampus lainnya di Sumatera Utara yang memiliki Fakultas Kedokteran, telah memiliki Rumah Sakit pendidikannya masing-masing.

Dalam menjalankan Program Studi Kedokteran, keberadaan rumah sakit pendidikan adalah syarat mutlak untuk FK Unimed.

Awalnya Unimed mengusulkan, Rumah Sakit Umum Tebing Tinggi, menjadi Rumah Sakit pendidikan untuk FK Unimed. Akan tetapi, setelah dilakukannya analisis oleh Tim Dokter Indonesia dan Kementerian Kesehatan, hal tersebut kurang layak sehingga harus dialihkan ke Rumah Sakit yang lain.

Usulan terakhir pun, akhirnya Unimed bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut dan telah diputuskan RS tersebut menjadi Rumah Sakit pendidikan untuk FK Unimed.

Langkah ini membuat Unimed sejajar secara administratif dengan enam kampus lain yang telah lebih dulu memiliki FK dan rumah sakit pendidikan.

Di tengah proses pendirian FK, muncul pula isu bahwa Unimed sedang mempersiapkan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Isu ini semakin menguat seiring munculnya keputusan strategis seperti pembentukan fakultas baru.

Namun, Surip membantah tegas hal ini. Ia menyebut belum ada rencana atau arahan konkret untuk menjadikan Unimed sebagai PTN-BH.

“Iya, itu masih isu saja, belum pasti sama sekali. Belum ada rencana mengarah ke sana,” ujarnya.

Meski FK Unimed telah disetujui dan berjalan sesuai prosedur, respon publik khususnya mahasiswa menunjukkan sisi lain. Banyak pihak yang mempertanyakan prioritas kampus dalam membangun FK.

Komentar-komentar kritis muncul di berbagai media sosial. Surip menanggapi komentar tersebut sebagai asumsi negatif yang tidak berdasar. Namun, suara dari dalam kampus berkata lain.

Adanya komentar pro dan kontra juga berkaitan dengan minimnya fasilitas kampus di fakultas lain. Surip mengungkapkan bahwa tim Unimed masih terus berusaha melengkapi semua fasilitas yang ada dengan anggaran yang telah ditentukan.

Menurut AP salah seorang mahasiswa, berpendapat bahwa pihak kampus seharusnya lebih memperhatikan pondasi yang ada dulu.

“Fasilitas kampus Unimed masih tidak merata, banyak bangunan fakultas lain yang perlu diperbaiki.” Tuturnya.

Pendapat lain juga datang dari LDH yang merupakan mahasiswa Unimed, ia mengatakan bahwa seharusnya Unimed melakukan evaluasi terlebih dahulu. Kemajuan kampus tentu diperlukan tapi jangan sampai mengesampingkan pembangunan di fakultas-fakultas lain.

Pendirian Fakultas Kedokteran Unimed adalah langkah besar yang tak bisa dilepaskan dari berbagai dinamika, baik dari sisi perencanaan institusi maupun respon publik. Di satu sisi, ini bisa dibaca sebagai upaya pengembangan kapasitas pendidikan tinggi. Di sisi lain, langkah ini juga menyisakan tanda tanya tentang kesiapan dan keseimbangan dalam pembangunan kampus.