Laboratorium Histologi digunakan untuk mempelajari struktur mikroskopis dari jaringan tubuh manusia dan hewan. Di laboratorium ini, mahasiswa kedokteran belajar tentang teknik pemrosesan sampel jaringan, pemotongan tipis, pewarnaan, dan pengamatan di bawah mikroskop. Laboratorium Histologi fakultas kedokteran juga digunakan untuk penelitian ilmiah yang berkaitan dengan patologi dan biologi sel, serta untuk diagnosis penyakit melalui pemeriksaan jaringan.
- Mikroskop binokuler adalah mikroskop cahaya yang memiliki dua lensa okuler, sehingga pengamat menggunakan kedua mata sekaligus. Dalam histologi, alat ini sangat penting untuk mengamati jaringan tubuh yang telah dibuat preparat (diwarnai, misalnya dengan Hematoksilin-Eosin).
- Mikroskop trinoculer yang mempelajari struktur jaringan tubuh secara mikroskopis.
Mengamati preparat jaringan:
- Contoh: epitel, otot, saraf, jaringan ikat.
- Memperbesar detail sel, inti, dan matriks jaringan
- Centrifuge dipakai sebagai alat bantu untuk memisahkan komponen sel/jaringan
- Mikrotom adalah alat laboratorium untuk memotong jaringan biologis menjadi irisan sangat tipis (biasanya 3–5 µm) supaya bisa diamati jelas di bawah mikroskop pada pemeriksaan histologi.
- Emergency Shower adalah fasilitas keselamatan (safety equipment) wajib di laboratorium yang berfungsi untuk membilas tubuh secara cepat dan menyeluruh ketika terjadi paparan bahan berbahaya.
- Parafin dispenser (paraffin dispenser) untuk histologi adalah alat laboratorium yang digunakan untuk melelehkan, menjaga suhu, dan menuangkan parafin cair secara terkontrol dalam proses embedding jaringan sebelum pemotongan mikrotom.
Tissue floating bath dalam histologi berfungsi untuk meratakan dan mengembangkan potongan jaringan yang sudah dipotong dengan mikrotom sebelum ditempelkan ke kaca objek.










