Laboratorium mikrobiologi adalah fasilitas khusus yang dirancang untuk melakukan penelitian, identifikasi, isolasi, dan pembudidayaan mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Laboratorium ini memegang peran krusial dalam berbagai bidang, mulai dari diagnosis medis hingga keamanan pangan dan riset lingkungan.
Berikut adalah komponen utama yang mendeskripsikan laboratorium mikrobiologi:
- Fungsi Utama: Tempat untuk melakukan isolasi mikroba, pembuatan media kultur, pengujian antimikroba, serta analisis karakteristik pertumbuhan mikroorganisme.
- Peralatan Esensial:
- Mikroskop: Alat utama untuk mengamati bentuk dan sifat mikroba.
- Autoklaf: Digunakan untuk sterilisasi alat dan bahan menggunakan uap panas bertekanan.
- Inkubator: Menyediakan suhu optimal untuk pertumbuhan kultur mikroorganisme.
- Laminar Air Flow (LAF): Meja kerja steril yang menjaga area kerja tetap aseptik dari kontaminan udara.
- Cawan Petri & Jarum Ose: Alat dasar untuk menanam dan memindahkan kultur mikroba.
- Standar Operasional & Keamanan:
- Kondisi Lingkungan: Suhu ruangan biasanya diatur antara 18°C–28°C dengan kelembapan 40%–60% untuk menjaga akurasi alat elektronik dan stabilitas sampel.
- APD Wajib: Pengguna harus menggunakan jas laboratorium, sarung tangan, masker, dan sepatu tertutup untuk mencegah kontaminasi silang dan infeksi.
- Prosedur Aseptik: Setiap kegiatan wajib dilakukan secara steril guna memastikan hasil pengujian tidak terkontaminasi oleh mikroba dari luar.

Heating Incubator 
Kulkas 
Lemari Mikroskop 
Water Bath 
Leminar Air Flow 
Showcase Cooler 
Emergency Shower and Eyewash Station 
Laboratorium Mikrobiologi 
Recirculating Chiller 
Autoclave 
Inkubator
